Thursday, January 6, 2022

warna

 


memang tak sekelam jelaga. tapi aspal dan pelbagai ban yang melindasnya itu hitam adanya. warna yang alam titahkan menyapih cahaya serta menyerap panas. sebagaimana merah jingga kuning hijau biru nila ungu yang matari sepagi tadi pendarkan di sisa gerimis saat kutempuh menujumu, segera saja disapih jalan aspal itu. genangan segera mengering, embun bening di ujung daun hijau dan di kelopak putih melati pun segera merubah diri dari cair menjadi gas menyatutubuh dengan udara. sebagaimana alam kehendaki, dan alam dengan kehendaknya adalah titah. sebagaimana tak ada, atau adakah? yang bisa menghalangi.

secoklat sungai sungai bangsa kita menyandarkan sumber hidupnya, mungkin tak sepekatcoklat tanah tempat bangsa kita berpijak dan menyerap sari elan darinya. sebagaimana secoklat seragam yang kita kenakan saat masa awal remaja bertemu, lalu alam arahkan kita menempuh menjalani semua tantangan ujian cobaan itu, bersama. bersama. bersama. sama. walau merah darah kita mengalir di nadi berbeda, yg terpisah raga, putih tulang tak dibalut lapis demi lapis kerat daging yg sama, dan tak bersepuh pigmen kulit yang sama; kuning, putih tua, hitam muda, sematang sawo, semuda isi salak.
memang tak seanggun ungu, menurutmu. namun kataku biru memiliki elok dan jatmikanya tersendiri. sebagaimana sengaja kemeja itu kukenakan saat menujumu sepagi tadi. dan adalah indah tak terbantah, saat kurva elips tercipta di bibir bersepuh jambu airmu, saat melihat biruku. jingga dan merah jambu, mungkin itu yang akan muncul terlihat saat itu dilayar sensor aura, -tepatnya; itu yang kuharap muncul, itupun bila benar memang manusia bisa memunculkan aura berupa warna. akupun tak tahu dan tak yakin pasti. tapi aku tahu dan yakin pasti, menyukai menyelami semua bagian merah jambumu.
di hitam, coklat, biru, pupil matamu, di semua warna yang terpendar disana, dari semua cahaya yang diserap dan diterjemahkan lobus oksipitalmu, selalu kuingin tahu; apakah warnaku bagimu?
di putih kornea matamu, selalu ingin kuselami jauh sedalamdalam akut beningnya, adakah aku disitu?

No comments:

Post a Comment