Friday, April 12, 2013

duapuluhtahun


duapuluhtahun lalu aku menulis surat untukmu.
tidak ada yg berlebih didalamnya. hanya kertas bergurat biru penanda baris, tertimpa tinta hitam baris kata diatas lembar putih.

surat itu memang ditulis untukmu duapuluh tahun lalu.
tidak ada kata yg melebihi maknanya, memang begitu tidak berlebih adanya.

ditulis untukmu duapuluhtahun lalu memang surat itu.
terselip pelbagai gambar penanda masa, pengingat akan asa, yg pastilah sudah dan akan semakin memburam sejalan waktu, duapuluhtahun.

kumasukan dalam amplop bersih putih, duapuluhtahun lalu kuselipkan dibawah jendelamu.
entah tersapu angin, entah masih saja ia terdiam tersimpan disitu di kisi sekat relung jendelamu, entah tak bisa kupastikan sampai padamu, salahku sendiri.

untukmu duapuluhtahun lalu, atau biarlah bila waktu memang mengharuskan duapuluhtahun lagi, lagi, dan lagi.

surat itu,
ah sudahlah.

-Cirebon, April 2013-

pubilkasi lain, klik disini

Thursday, February 28, 2013

menulismu


"kamu banyak menulis, tentang banyak hal, tapi mana aku? ayolah, tulis sesuatu, tentang aku!" dengan nada tigaperempat memaksa kamu minta.

aku tidak tahu, sungguh tidak tahu. bukan karena tidak mampu, sungguh bukan juga karena tidak mau. tapi memang tidak tahu. karakter huruf mana yg harus ku mulai untuk menuliskanmu? dan jelas yakinlah bahwa aku pastikan tidak akan ada karakter huruf yg bisa kutemukan pada akhir tulisan cerita tentangmu.

bilapun memang harus juga tertulis oleh aku cerita tentangmu, mungkin hanya akan sanggup di rentang satu kata :

























































cinta.








semoga itu cukup bagimu.















pubilkasi lain, klik disini