Wednesday, March 12, 2014

ruang untukmu

. // . 
memang untukmu. takkan terlihat dinding sekeliling ruang itu. entah karena memang mampu kutiadakan semua dinding itu, atau memang bisa kutakkasatmatakan semua dinding itu, sehingga tak ada yg menghalangi pandanganmu. lepas, ke arah manapun kau mau, sejauh kau mampu dan mau. tak (lagi) ada hasratku memberi tirai, biar lepas mata menikmati semua warna dan semua nuansa
. // .
disediakan untukmu. jangan tanya seberapa luasnya, karena aku pun tak tahu. tak ingin kuhitung dan nampaknya tak lagi mampu kuhitung luasnya. kemana kau melangkah maka panjang dan lebar ruang itu akan mengikuti jejak jelajah hidupmu. merentang sepanjang nafas, sedaya upaya kubuat garis horison meluruh bila kau kehendaki
. //. 
hanya untukmu. hak menentukan bentuk dan ragam isi ruang sepenuhnya berserah pada cita dan rasa yg kau mampu terjemahkan menjadi nyata dari mimpi-mimpimu
. //. 
dihadirkan untukmu. bila (kau-/kita) rasa perlu, kupertaruhkan semua enerji dan kuasa untuk menutup semua dinding itu sehingga kau bisa menarik nafas panjang tanpa perlu menutup mata dan kembali meneguhkan diri ketika yg tampak diluar sana tak tertahankan untukmu. kusumbangkan semua daya untuk mengerutkan luas ruang dan tersedia dinding kuat mengelilingi merengkuhmu ketika pekat angkara diluar sana merongrongmu. iya aku, merengkuhmu. dan kemudian kembali peneguh diri kuat bangun di jiwamu. agar kau kembali melangkah, berlari, jauh meretas ruang
. // .
diciptakan untukmu. seselarasmungkin dengan hajathidupmu. aku? sudah sejak lama meredup luruh sepenuh hati mencoba menjadi :-kita-. tak perlu lagi ada aku. yg kuperlu tahu, kamu ada, hadir, di ruangan itu, bersamaku
. // .
dan sebagaimana nyaris di setiap ruang, pintu hadir. bila kau rasa bukan kehendakmu penuh saat dulu masuk melaluinya. pastikan dan yakinkan kali ini adalah kehendakmu penuh ketika/bila ingin kembali melaluinya dari arah berlawanan.