.:
hanya
kita tahu pasti, akan saling mematahkan. dan luka adalah hal yg sertamerta mengikuti.
sekedar
mungkin benar adanya, dari setiap yang patah bisa saja tumbuh baru. namun jejak parut tak selalu sertamerta terbalut.
masalah
tentu tak selayaknya, nalar dibiarkan berseteru dengan hati. riak akan dan bisa (saja) tak perlu menjadi gelombang. biarkan tenang, dalam.
waktu
iya kita tahu pasti koq, patah adalah yang tak terhindarkan. namun entah mengapa abai saja akan adanya jejak parut nanti, sumarah terpapar gelombang, dari tikai hati yang masih saja mendebat nalar.