di ruang itu, gema namamu. lirih tipis nyaris tak kuasa tertangkap gendang telinga. namun saat rambatnya mencapai satu relung, tempat satu lonceng bernama; hati, bersemayam, ia dentang kencang.
di relung itu, samar hadirmu. layang tipis nyaris tak kuasa tertangkap kornea. namun saat rambat cahayanya mencapai satu balung, tempat satu lentera bernama; jiwa, bertahta, ia benderang terang.
di balung itu, tak kesat rasamu. nyaris hambar tipis tak kuasa tercecap syaraf inderasa. namun saat rambat rasanya mencapai satu ceruk, tempat satu halaman bernama; kalbu, bersimaharatu, tegas kuat ia terpapar.
disitu, tersimpan. masih. selalu.