Saturday, February 26, 2022

judul tidak/belum ditentukan

KALAH (atau Mengalah, atau Menyerah, judul tidak/belum ditentukan)

Ia nampak selesai. Biar kuulangi sekali lagi; nampaknya ia telah selesai. Tercapai. Terpenuhi. Namun selesai memang tak selalu dan jelas bukan; menyerah. ia nampak tak mau berhenti. Tepatnya; nampaknya ia tak ingin berhenti. Lebih spesifik lagi; ia nampak tak mau aku berhenti.


ia memang tak berucap kata, bahwa ia; selesai, tercapai, terpenuhi. Namun ia jelas berbahasa. Baik dalam bentuk bersuara nirkata, dan berbagai bahasa -yg bersuara namun kebanyakan tanpa- yg jelas kasat bagi berbagai indera. Tepatnya; jelas kasat bagi inderaku. Dan inderaku juga menangkap, ia masih tak ingin, tak mau, berhenti.


Matanya, salah satu bagian terindah yg ia tak pernah sadari miliki, pintu ke ruang jiwa yg luasnya tak pernah bosan aku arungi, yg kedalamannya tak lekang aku selami, memberi pertanda. Berbahasa; berserah namun bukan, sama sekali bukan, tidak, menyerah. "...sampai kaupun (-aku), sama (-terpenuhi)...", demikian inderaku mengurai apa yg matanya enkripsikan. 


Dan tentu saja, sebagaimana adanya aku, tak begitu saja menurut. Ego yang berkelindan insting alam bawah sadarku berkonspirasi dan kemudian mengejewantahkan dalam pelbagai geraktindak, dengan obsesi indah sederhana; agar ia; menyerah. Tak sekedar itu, agar ia berbahasa, dengan kata, verbal; menyerah.


Dan waktupun berlalu.

Dan pelbagai geraktindak pun penuh laku.

Dan entah kesekian kali inderaku menangkap mengurai enkripsi yg ia bahasakan, ia kembali; mencapai.

Dan dari ia tiada, menyerah, terucap terbahasa.


Baiklah, saat tiba waktuku, biarkan tiba. Tak ada lagi yg mampu (ku)tahan. 

Biar tak apa, 


aku yang menyerah.


(....tapi apakah aku kalah?....)

1 comment: