=Seorang manusia dan bayangannya=.
Bertahun yg lalu, hiduplah seseorang yg selalu saja mampu menyayangi dan memaafkan semua orang yg ia temui. Karenanya, Tuhan mengirim salah satu malaikat untuk menemuinya.
"Tuhan memintaku untuk datang dan menemuimu dan memberitahumu bahwa Ia ingin memberimu hadiah bagi atas segala kebaikanmu" ujar sang malaikat. "Mintalah sebuah berkah kemampuankekuatan . Bersediakah kamu diberi kekuatan untuk menyembuhkan?"
"Tentu saja tidak," jawabnya. "Lebih baik Ia beri saja kesembuhan bagi mereka yg harus disembuhkan"
"Bagaimana bila diberi kemampuan mengarahkan kembali mereka yg tersesat?"
"Itu tugas para malaikat sepertimu, (aku hanya manusia). Aku tidak ingin diagungagungkan atau dijadikan panutan abadi, (aku hanya manusia)."
"Baiklah, aku tidak bisa kembali tanpa memberi sebuah mukjizat. Kalaupun kamu tidak memilih, aku akan pilihkan satu untukmu."
Setelah berpikir sejenak, sang manusia kemudian berkata:
"Baiklah, aku ingin hal hal yg baik terlaksana melalui diriku, tapi tanpa siapapun menyadari, bahkan oleh diriku sendiri, sehingga aku tak terjerumus kesombongan."
Kemudian sang malaikat pun memberi kemampuan menyembuhkan, namun pada bayangan manusia tersebut, dan hanya bila surya menyinari wajahnya saja. Karenanya, kemanapun ia pergi maka yg sakit tersembuhkan, bumi menjadi subur, dan para penyedih menemukan kembali kegembiraan.
Sang manusia berkelana ke berbagai sisi bumi selama bertahun, tanpa menyadari keajaiban yg ia hasilkan karena ketika ia menghadap matari, bayangannya selalu ada di belakang dirinya. Karenanya, selama hidup dan sampai mati ia tidak menyadari mukjizat dirinya.
Tulisan diatas bukan terjemahan, namun interpretasi pribadi (dan karenanya ketepatan (akurasi) penerjemahan kata cenderung terabaikan, dan kecenderungan subyektifitas -unsur selera- tidak terhindarkan), atas tulisan FIKSI pendek karya PAULO COELHO, yg diterjemahkan ke Bahasa Inggris dari tulisan asli berbahasa Portugis (maklum, si abah Ulo orang Brazil).
Berikut versi bahasa Inggris yg dipetik dari : http://paulocoelhoblog.com/2010/11/10/the-man-and-his-shadow/
Many years ago, there lived a man who was capable of loving and forgiving everyone he came across. Because of this, God sent an angel to talk to him.
‘God asked me to come and visit you and tell you that he wishes to reward you for your goodness,’ said the angel. ‘You may have any gift you wish for. Would you like the gift of healing?’
‘Certainly not,’ said the man. ‘I would prefer God to choose those who should be healed.’
‘And what about leading sinners back to the path of Truth?’
‘That’s a job for angels like you. I don’t want to be venerated by anyone or to serve as a permanent example.’
‘Look, I can’t go back to Heaven without having given you a miracle. If you don’t choose, I’ll have to choose one for you.’
The man thought for a moment and then said:
‘All right, I would like good to be done through me, but without anyone noticing, not even me, in case I should commit the sin of vanity.’
So the angel arranged for the man’s shadow to have the power of healing, but only when the sun was shining on the man’s face. In this way, wherever he went, the sick were healed, the earth grew fertile again, and sad people rediscovered happiness.
The man traveled the Earth for many years, oblivious of the miracles he was working because when he was facing the sun, his shadow was always behind him. In this way, he was able to live and die unaware of his own holiness.
No comments:
Post a Comment